Insight | Business & Career

#KaburAjaDulu ke Luar Negeri lewat Pilihan Program Kerja Ini

Jumat, 21 Feb 2025 18:00 WIB
#KaburAjaDulu ke Luar Negeri lewat Pilihan Program Kerja Ini
Ilustrasi KaburAjaDulu/Foto: Unsplash
Jakarta -

Sejak hashtag #KaburAjaDulu bergema di berbagai media sosial, masyarakat Indonesia yang didominasi anak-anak muda mencoba mencari jalan keluar dari rasa frustrasi dengan kondisi Indonesia saat ini. Tak mengherankan, melihat kondisi politik dan ekonomi negara ini yang terlihat tidak baik-baik saja, banyak khawatiran di masa depan.

Meskipun aksi protes anak-anak muda ini dianggap sebelah mata oleh segelintir pemerintah karena dianggap tak nasionalis, tapi yang namanya kehidupan tentu mesti realistis, kan? Siapa sih yang tidak ingin mendapatkan kehidupan lebih layak dan sejahtera. Oleh sebab itu, #KaburAjaDulu bukan berarti tidak akan kembali ke dalam negeri, tetapi lebih ke mencari kesempatan yang tidak bisa didapatkan di negara ini.

Nah bagi kamu yang tertarik untuk #KaburAjaDulu demi mencari pengalaman bekerja yang lebih profesional atau mendapatkan penghasilan yang lebih baik, beberapa negara ini memiliki program kerja yang bisa kamu pilih nih. Yuk, simak!

.Ilustrasi #KaburAjaDulu/ Foto: Perfecto Capucine - Pexels

Berbagai Program Kerja di Luar Negeri

1. Jerman

Jerman dikenal sebagai salah satu negara Eropa yang langganan membuka kesempatan bekerja bagi orang-orang di luar negaranya setiap tahun. Hal ini dikarenakan Jerman memang sering kekurangan tenaga kerja, terlebih tenaga kerja di bidang kesehatan, perhotelan dan gastronomi, serta beberapa sektor yang membutuhkan tenaga ahli teknikal. Oleh sebab itu, pemerintah Jerman membuka kesempatan lewat tiga program kerja.

Pertama, Au pair yang merupakan program magang selama satu tahun, di mana selama waktu tersebut kamu akan membantu sebuah keluarga di Jerman untuk mengasuh anak, mengajak bermain, mengantar sekolah, dan tentu saja belajar kebudayaan Jerman, terutama bahasanya.

Selama mengikuti program ini, biaya hidupmu akan ditanggung sepenuhnya oleh keluarga tersebut, seperti makan-minum, air, listrik, transportasi, sampai tempat tinggal. Kamu juga akan mendapatkan uang saku lho sebesar 200-350 Euro. Syaratnya cuma satu, kamu harus bisa minimal berbahasa Jerman dengan tingkat A1 ya yang dibuktikan lewat sertifikat bahasa dari Gothe Institute.

Kedua, Ausbildung yakni magang sambil sekolah yang memakan waktu sampai 3 tahun atau mungkin lebih tergantung dari perusahaan yang merekrutmu. Selama mengikuti program ini, 70 persen kamu akan praktik langsung di lapangan, dan 30 persennya adalah belajar teori di sekolah. Nah di akhir masa Ausbildung, kamu akan mengikuti ujian untuk bisa mendapatkan sertifikasi sesuai bidang yang diambil.

Soal gaji, jangan khawatir, kamu bisa digaji hingga ribuan Euro lho. Program ini bisa diikuti oleh lulusan SMA, SMK, dan Sarjana sekalipun. Syaratnya cuma satu, kamu harus mampu berbahasa Jerman minimal B2 yang dibuktikan lewat sertifikat bahasa dari Gothe Institute.

Ketiga, ada program Freiwilliges Soziales Jahr (FSJ) dan Bundesfreiwilligendienst (BFD). FSJ maupun BFD sebenarnya sama saja. Kamu akan menjadi volunteer selama beberapa bulan di Jerman, terutama di sektor sosial. Perbedaan antara FSJ dan BFD hanya terletak pada usianya saja. Usia minimal untuk mengikuti program FSJ adalah 16 tahun dan maksimal 26 tahun. Sementara untuk usia 27 tahun ke atas bisa mengikuti BFD. Selama mengikuti program kerja ini, kamu bisa mendapatkan gaji sebesar 700-800 Euro per bulannya.

2. Jepang

Bagi kamu yang tertarik berkarier di Negeri Sakura ini, pemerintah setempat menyediakan program kerja bernama Taokutei Ginou atau Pekerja Keterampilan Khusus (Specified Skilled Worker/SSW). Visa ini diperuntukkan bagi warga negara asing dengan keahlian khusus yang mau bekerja di Jepang.

Adapun bidang yang ditawarkan yang memerlukan keahlian spesifik seperti konstruksi, manufaktur, pertanian, keperawatan, kehutanan, industri kayu, dan lain-lain. Nah bagi kamu yang tertarik mengikuti program ini pastikan usiamu minimal 18 tahun dan lulusan minimal SMA. Sertakan juga hasil ujian keterampilan dan sertifikat kemampuan bahasa Jepang ya.

3. Korea Selatan

Pemerintah Korea Selatan memiliki program kerja yang diperuntukkan bagi orang asing yang bernama Government to Government (G to G). Kamu tidak perlu khawatir, karena jalur ini resmi dan didampingi langsung oleh pemerintah. Lewat program ini, kamu bisa bekerja di berbagai sektor industri yang membutuhkan tenaga kerja asing.

Untuk mengikuti program G to G, usia minimal adalah 18 tahun dan maksimal 39 tahun. Namun sebelum lolos bekerja di Korea Selatan, kamu harus membuktikan kamu bisa berbahasa Korea lewat ujian bahasa Korea (EPS-TOPIK) ya. Apa yang akan kamu dapat? Tentu saja gaji yang cukup besar, asuransi kesehatan dan kecelakaan kerja, perlindungan dari pelecehan dan diskriminasi, serta hak untuk berkomunikasi dengan keluarga,

Selain itu, kamu juga bisa bekerja di Negeri Ginseng ini lewat Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yakni lembaga yang menyediakan pelatihan kerja dan menyalurkan tenaga kerja Indonesia ke luar negeri. Selain pelatihan keterampilan, kamu juga ditawarkan kursus bahasa Korea sebelum mengikuti ujian TOPIK lho.

4. Belanda

Belanda dikenal sebagai negara Eropa yang paling banyak menjadi tujuan orang Indonesia untuk belajar dan bekerja. Nah bagi kamu yang ingin atau sedang menempuh studi di Belanda dan ingin langsung kerja, pemerintah Belanda menyediakan program visa orientation year yang akan memberikan international student di Belanda kesempatan untuk mencari pekerjaan selama satu tahun.

Bukan hanya membuka kesempatan yang cukup luas untuk orang yang punya spesialisasi, Belanda juga menjunjung tinggi hak-hak pekerjanya lho. Misalnya kamu suka dengan konsep Work-life Balance, sebagian besar perusahaan di Belanda tidak akan merecoki cuti karyawannya. Bahkan mereka mendorong karyawannya untuk mengambil cuti demi berlibur atau sekadar menjalankan hobimu. Seru, kan?

5. Australia

Negara tetangga kita, Australia juga membuka kesempatan kerja untuk orang yang ingin bekerja di negara tersebut lho. Adapun mereka merancang untuk memenuhi kebutuhan perusahaan Australia yang membutuhkan tenaga kerja selama 2-3 tahun. Bidang-bidang yang dicari antara lain perhotelan, restoran, dan resort.

Persyaratan dasarnya adalah kamu memiliki pendidikan terakhir D1, berumur minimal 18 tahun dan maksimal 26 tahun, belum pernah magang di Australia, punya pengalaman 6 bulan sesuai dengan pekerjaan yang dilamar, dan tentu saja punya kemampuan bahasa Inggris dengan sertifikat IELTS dengan skor minimal 50.

Soal gaji tidak usah ditanya, tentu saja berbeda dengan Indonesia ya. Nah kalau kamu mendapatkan perusahaan yang menyukai kinerjamu, bukan tidak mungkin mereka memperpanjang masa kerjamu. Setelah beberapa tahun bekerja di Australia, kamu punya kesempatan untuk menjadi warga negara tersebut lho. Itupun kalau kamu benar-benar ingin 'kabur' dan tak kembali lagi.

.Ilustrasi bekerja/ Foto: Freepik

Itulah beberapa negara di dunia yang bisa menjadi tujuanmu untuk #KaburAjaDulu. Tapi kamu harus ingat, bila ingin membangun kehidupan di luar negeri, persiapkan segala sesuatunya secara matang, termasuk berkas-berkas yang jelas, perencanaan finansial yang matang, dan tujuan yang jelas.

Jangan sampai hanya karena kamu impulsif kesal dengan pemerintah, kamu memilih nekat pergi tanpa rencana yang matang ya.

(DIR/DIR)

Author

Dian Rosalina

Description
Have experience be a journalist at least 6 years now, And i'm a new wife.
NEW RELEASE
CXO SPECIALS